Jangan Coba-coba, Ini Bahaya Self Diagnose!

Bendherang.com- Kesadaran akan kondisi mental sangatlah penting. Namun, menerjemahkan kondisi mental diri sendiri dengan diagnosis yang salah akan sangat berbahaya. Hak untuk memberikan diagnosa suatu kondisi mental hanya dimiliki oleh tenaga profesional seperti dokter atau psikiater.

bahaya self diagnose
sumber: pixabay

Sebuah diagnosa diberikan untuk mengetahui bagaimana penanganan terhadap kondisi tersebut. Jika diagnosisnya salah, maka penanganannya juga akan salah. Begitulah kiranya gambaran singkat tentang bahaya self diagnose. Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa self diagnose berbahaya untuk dilakukan.

Berdampak Negatif Pada Diri Sendiri

Ketika seseorang berasumsi bahwa dirinya mengalami gangguan mental, individu tersebut akan mulai melakukan penanganan mandiri tanpa mencari tahu secara pasti tentang gejala yang dialaminya. Ada berbagai macam kemungkinan yang bisa terjadi. Individu tidak berkemampuan untuk mendiagnosis dirinya sendiri berpikir bahwa ia mengalami gangguan kecemasan karena terlalu sering berdebar-debar. Faktanya, ia mengalami hal tersebut karena terlalu sering begadang. Berdasarkan contoh tersebut, peran tenaga profesional diperlukan untuk membantu menerjemahkan gejala yang dialami menjadi sebuah diagnosa yang dapat dipercaya. 

Penanganan yang Salah Bahkan Kondisi Menjadi Tidak Tertangani

Asumsi mengalami gangguan kecemasan terus diulang dengan mengabaikan peran tenaga profesional seperti dokter, psikolog atau psikiater. Akhirnya individu tersebut tidak mengetahui secara pasti tentang apa yang dialaminya. Ia tetap tidur terlambat, begadang sepanjang hari dan mengalami gangguan irama jantung. Hal itu tidak tertangani hingga menjadi semakin parah dan mulai menimbulkan gejala penyakit fisik lainnya.

Jika pun individu tersebut berusaha melakukan penanganan secara mandiri, tanpa mendapatkan rekomendasi dari tenaga profesional atas penggunaan obat-obatan atau penanganan lainnya–hal itu tentu sangat membahayakan. Tidak lain dan tidak bukan, hasil akhirnya akan kembali pada diri sendiri.

Belakangan ini, kepedulian terhadap kondisi mental semakin berkembang. Namun, tanpa diiringi dengan pengetahuan dan wawasan yang cukup hal itu hanya akan menjadi bumerang terlebih karena munculnya perilaku self diagnose.

Gangguan mental bukan hal yang bisa diremehkan. Oleh karena itu, sebaiknya kunjungi dokter, psikolog atau psikiater jika Anda merasa ada yang mengganggu diri Anda untuk menghindari self diagnose.

Belum ada Komentar untuk " Jangan Coba-coba, Ini Bahaya Self Diagnose!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel