9 Langkah untuk Mengurangi Rasa Stres Pada Anak Ketika Belajar dari Rumah

Bendherang.com - Selain memberi dampak pada sektor kesehatan dan ekonomi, pandemi Covid-19 juga memengaruhi sistem belajar tatap muka di sekolah. Kebijakan belajar di rumah diberlakukan untuk memutus rantai penyebaran virus.

anak stres belajar di rumah

Di satu sisi, interaksi memang semakin berkurang dengan adanya kebijakan tersebut. Namun,ada masalah lain yang cukup membuat para orang tua menjadi pusing. Anak-anak mulai stres ketika tidak diperkenankan untuk keluar rumah, termasuk sekolah dan bertemu dengan teman-temannya.

Tapi tak perlu cemas, Anda bisa mencoba 9 langkah berikut ini :

Jelaskan Tentang Kondisi Pandemi Covid-19

Menjelaskan perkara rumit seperti pandemi Covid-19 memang bukan hal yang mudah. Namun, cobalah untuk memaparkan dengan cara yang sederhana. Anak-anak tetap harus tahu mengapa mereka tidak diperbolehkan untuk bermain di luar, pergi sekolah dan bertemu teman-temannya. Bahwa virus Covid-19 adalah virus yang berukuran kecil. Jika masuk ke dalam tubuh, virus ini dapat mengakibatkan organ pernapasan terganggu. Jelaskan pula bagaimana proses penularannya yakni dari cairan mulut dan hidung seseorang yang sudah memiliki virus di dalam tubuhnya. Itulah yang menjadi sebab mengapa kontak fisik sebaiknya tidak dilakukan dan dianjurkan untuk rajin mencuci tangan dan menggunakan masker.

Berperanlah Sebagai Partner

Anak-anak membutuhkan sosok partner yang bisa menjadi tempat berbagi. Maka, berperanlah sebagai partnernya, sebagai tempat bertanya, sebagai tempat bercerita dan mengungkapkan perasaannya. Temani saat anak sedang bermain, dampingi saat anak sedang belajar sehingga ia tidak bosan dan merasa kesepian.

Buatlah Proyek Kreatif

Menciptakan proyek-proyek sederhana dengan kreatif adalah ide yang bagus untuk terus mengembangkan daya pikir anak. Berikan challenge kepada anak untuk melakukan kegiatan positif seperti merawat tanaman, menyelesaikan puzzle, membuat kerajinan kecil dan lain sebagainya.

Mengajarkan Hal-hal Baru yang Menarik Minatnya

Cari tahu hobi dan kesukaannya. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah untuk membuat anak tetap bahagia. Pastikan ia menerima perhatian dan cinta dari Anda sebagai orang tua dengan ikut berkontribusi terhadap hobi dan kesukaannya. Selama hal itu positif, dukunglah selalu dengan mengajarkan hal-hal yang baru dari hobinya itu.

Berikan Kesempatan untuk Berinteraksi dengan Temannya Secara Virtual

Sesekali, berikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan teman-temannya secara virtual. Ini dapat membantunya melegakan rasa kangen selama tidak bertemu.

Pertimbangkan dampak isolasi sosial

Orang tua juga perlu menyadari kalau anak-anak sangat membutuhkan waktu istirahat. Banyak tugas dari guru bukan berarti mendorongnya tanpa istirahat. Dampak isolasi sosial tentu membuat mereka cepat bosan, hingga kelelahan.

Jangan berharap anak-anak belajar tanpa henti

"Semakin muda usia anak, semakin sedikit waktu yang dapat mereka gunakan dan pelajari, sehingga sering kali istirahat penting untuk produktivitas," kata Rosenblatt.

Jangan berlebihan

Perhatikan lama waktu anak ketika belajar. Misalnya saja anak kecil sekitar 2 jam sehari. Namun, itu juga mencakup seni dan kerajinan, serta kegiatan langsung. Anak yang lebih besar bisa lebih lama, sekitar tiga hingga empat jam.

 "Tetapi sekali lagi, itu harus mencakup kegiatan olahraga dan tugas yang lebih kreatif juga," kata Jordan Bickel, pengajar Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak Grand Avenue, Surbiton, Chicago, Amerika Serikat.

Hargai pembelajaran yang diinginkan anak

"Dorong anak Anda untuk melakukan sesuatu yang menarik dan menunjukkan pembelajaran dengan sesuatu yang kreatif. Ini bisa berupa sesuatu dengan modelling sampah, bubur kertas, atau presentasi. Biarkan anak-anak Anda bereksperimen," ujar Bickel.


Belum ada Komentar untuk "9 Langkah untuk Mengurangi Rasa Stres Pada Anak Ketika Belajar dari Rumah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel