7 Kebiasaan Kecil yang Menjadikan Anda Pengambil Keputusan yang Lebih Baik

Bendherang.com - Memiliki kemampuan yang baik dalam mengambil sebuah keputusan merupakan suatu kelebihan yang dapat meningkatkan produktivitas dalam kegiatan sehari hari. Di zaman yang serba cepat seperti sekarang, kita dituntut untuk lebih cepat dan tanggap ketika akan mengambil suatu keputusan yang penting.
pengambil keputusan yang baik

Pada dasarnya setiap manusia memiliki kemampuan dalam mengambil sebuah keputusan. Namun beberapa kebiasaan kecil berikut dapat mengasah kemampuan anda dalam mengambil sebuah keputusan:

1 . Perhatikan Kepercayaan dirimu

Memiliki kepercayaan diri yang tinggi memang bagus tapi jangan berlebihan. Terlalu percaya diri bisa membuat penilaianmu serba salah. 

Mungkin kamu 90% yakin bahwa calon pembelimu akan membeli barang yang kamu tawarkan atau mungkin kamu 80% yakin kamu bisa meyakinkan atasanmu untuk memberi promosi jabatan. Jika kamu terlalu percaya diri tentang hal-hal itu, rencanamu bisa jadi akan salah.

Sangat penting untuk mempertimbangkan tingkat kepercayaan diri dalam hal manajemen waktu. Kebanyakan orang sering membanggakan atas pencapaian yang telah dicapaianya dalam periode waktu tertentu. Apakah kamu pernah memperkirakan dapat menyelesaikan beberapa laporan dalam waktu 1 jam? Kamu mungkin merasa terlalu percaya diri dalam prediksi Anda.

Luangkan waktu setiap hari untuk memperkirakan kemungkinanmu akan berhasil. Kemudian di penghujung hari, tinjau lagi perkiraanmu. Apakah kamu seakurat yang kamu kira?

Pembuat keputusan yang baik selalu mengenali kondisi yang dihadapi di mana kepercayaan berlebihan bisa menjadi masalah. Kemudian mereka menyesuaikan pemikiran dan perilaku mereka.

2. Identifikasi Risiko yang Kamu Ambil

Keakraban melahirkan kenyamanan. Dan ada kemungkinan besar kamu membuat beberapa keputusan buruk hanya karena kamu sudah terbiasa dengan kebiasaanmu dan kamu tidak memikirkan bahaya yang kamu hadapi atau bahaya yang kamu sebabkan.

Misalnya, kamu mungkin mempercepat dalam perjalanan ke tempat kerja setiap hari. Setiap kali kamu tiba dengan selamat walau berkendara dengan cepat, Kamu menjadi sedikit lebih nyaman dengan mengemudi cepat. Namun yang jelas, Kamu membahayakan keselamatanmu.

Identifikasi kebiasaan yang sudah menjadi hal biasa. Ini adalah hal-hal yang memerlukan sedikit pemikiran karena hal tersebut terjadi secara otomatis. Kemudian luangkan waktu untuk mengevaluasi hal yang mungkin berbahaya, dan buat rencana untuk mengembangkan kebiasaan sehari-hari yang lebih aman.

3. Petakan Masalahmu dengan Cara yang Berbeda

Hal kecil seperti mengajukan pertanyaan memainkan peran besar dalam bagaimana kamu akan merespons dan bagaimana kamu akan merasakan peluang keberhasilanmu.

Bayangkan dua ahli bedah. Seorang ahli bedah memberi tahu pasiennya, "Sembilan puluh persen orang yang menjalani prosedur ini akan hidup." Dokter bedah lain mengatakan, "Sepuluh persen orang yang menjalani prosedur ini akan meninggal."

Faktanya sama. Tetapi penelitian menunjukkan orang yang mendengar "10 persen orang mati" menganggap risiko mereka jauh lebih besar.

Jadi, ketika kamu dihadapkan dengan keputusan, bingkai masalahmu secara berbeda. Luangkan waktu sebentar untuk memikirkan apakah sedikit perubahan dalam kata-kata memengaruhi caramu memandang sebuah masalah.

4. Jangan Fokus pada Masalahnya

Ketika kamu dihadapkan dengan pilihan yang sulit, seperti ketika kamu akan pindah ke kota baru atau berganti karier, kamu mungkin menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan pro dan kontra atau potensi risikonya.

Dan sementara hasil penelitian menunjukkan ada banyak nilai dalam memikirkan pilihan yang akan kamu ambil, terlalu banyak memikirkan pilihanmu sebenarnya bisa menjadi masalah. Menimbang pro dan kontra terlalu lama dapat membuat kamu semakin stres sehingga kamu kesulitan mengambil keputusan.

Biarkan otakmu bekerja dengan santai dan cari akar permasalahannya, dan temukan kemungkinan yang terbaik

5. Luangkan Waktu untuk Merenungi Kesalahanmu

Apakah kamu pernah meninggalkan rumah dengan pintu terbuka dan pencuri masuk ke rumahmu, atau kamu sering tergoda membeli barang yang tidak terlalu kamu butuhkan dan mengacaukan rencana anggaran bulannmu, sisihkan waktu untuk merenungkan kesalahanmu.
Jadikan kebiasaan sehari-hari untuk meninjau kembali pilihan yang kamu buat sepanjang hari. Ketika keputusanmu tidak berjalan dengan baik, tanyakan pada diri sendiri apa yang salah. Cari pelajaran yang bisa didapat dari setiap kesalahan yang kamu buat.
Pastikan kamu tidak terlalu lama melakukan kesalahan. Mengulangi kesalahan berulang kali tidak baik untuk kesehatan mentalmu .
Luangkan waktu 10 menit per hari sudah cukup untuk membantumu berpikir tentang apa yang dapat kamu lakukan lebih baik di hari berikutnya. Kemudian ambil pelajaran yang kamu peroleh untuk membuat keputusan yang lebih baik untuk bergerak maju.

6. Pertimbangkan Kemungkinan yang Sebaliknya

Setelah kamu telah merasa telah mengambil keputusan dengan tepat, kamu cenderung berpegang teguh pada keyakinan itu. Hal tersebut merupakan sebuah prinsip psikologis yang dikenal sebagai keyakinan yang gigih. Dibutuhkan lebih banyak bukti kuat untuk mengubah keyakinan daripada menciptakannya, dan ada kemungkinan kamu mengembangkan beberapa keyakinan yang tidak menguntungkan.
Misalnya, kamu  selama ini beranggapan bahwa kamu tidak mampu sebagai pembicara publik yang buruk, sehingga kamu menghindari berbicara di rapat. Atau mungkin kamu beranggapan sebagai seseorang yang gagal dalam menjalin sebuah hubungan, sehingga kamu berhenti berkencan.
Kamu juga mengembangkan kepercayaan tentang kelompok orang tertentu. Mungkin kamu percaya bahwa "Orang yang banyak berolahraga adalah narsisis ," atau "Orang kaya selalu jahat."
Keyakinan yang kamu anggap selalu benar atau 100 persen akurat dapat menyesatkanmu. Cara terbaik untuk menantang keyakinanmu adalah dengan berdebat sebaliknya.
Jika kamu yakin tidak boleh berbicara dalam rapat, berdebat semua alasan mengapa kamu harus berbicara. Atau jika kamu yakin orang kaya itu jahat, sebutkan alasan mengapa orang kaya mungkin baik atau membantu.  
Mempertimbangkan yang sebaliknya akan membantu menghancurkan keyakinan yang tidak membantu sehingga Anda dapat melihat situasi dengan cara lain dan memutuskan untuk bertindak secara berbeda.


7. Berbicaralah dengan Diri Sendiri Seperti Teman Tepercaya

Ketika sedang dihadapkan pada pilihan yang sulit, tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang akan saya katakan kepada teman yang memiliki masalah ini?" Kamu mungkin akan menemukan jawabannya ketika kamu membayangkan diri kamu sedang menawarkan sebuah solusi kepada orang lain.

Berbicara kepada diri sendiri seperti teman yang tepercaya ini akan membantumu mendapatkan jarak dari keputusan dan akan memberimu kesempatan untuk menjadi sedikit lebih objektif.

Ini juga akan membantu kamu menjadi sedikit lebih baik pada diri sendiri. Meskipun kamu mungkin mengatakan hal-hal negatif kepada diri sendiri seperti, “Ini tidak akan pernah berhasil. Kamu tidak bisa melakukan apa pun dengan benar, ”ada peluang bagus kamu tidak akan mengatakan itu kepada temanmu. Mungkin kamu akan mengatakan sesuatu yang lebih seperti, “Kamu sudah mendapatkan ini. Saya tahu kamu bisa melakukannya, ”jika kamu berbicara dengan seorang teman.
Mengembangkan dialog batin yang baik memang membutuhkan latihan. Tetapi ketika kamu belajar konsep berbelas kasih pada diri sendiri sebagai kebiasaan sehari-hari, itu dapat meningkatkan keterampilanmu dalam mengambil keputusan.

Sumber: https://www.verywellmind.com/habits-for-better-decision-making-4153045

Belum ada Komentar untuk "7 Kebiasaan Kecil yang Menjadikan Anda Pengambil Keputusan yang Lebih Baik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel